Berawal dari terpilihnya kami, yakni Ariel, Difia dan Candyle sebagai nominator dari 30 sekolah yang terpilih diundang untuk mengikuti lomba menulis resensi buku fiksi dan nonfiksi se-Kalimantan Timur. Kami bertiga dari SMA Negeri 1 Balikpapan termasuk dalam enam nominator yang akan berlomba di Samarinda untuk mendapatkan penghargaan dalam lomba penulisan resensi buku 2021. Setiap sekolah mengirim 4 peserta, termasuk SMA Negeri 1 Balikpapan. Dari 4 peserta yang dikirim,, 3 peserta dari SMA Negeri 1 Balikpapan lolos masuk final, 1 peserta dari SMKN 1 Berau, 1 peserta dari SMA Muhamadiyah Berau dan 1 peserta dari SMK 3 Unggulan Tenggarong.

Lomba menulis resensi, sebuah pengalaman baru bagi kami yang tidak begitu mengenal sastra. Sebuah pengalaman yang juga memberikan kami peluang untuk menjadi lebih dekat dan mengenal satu sama lain. Dalam rangka final lomba resensi kali ini, kami harus melakukan sebuah petualangan singkat di Samarinda. Perjalanan selama 4 hari 3 malam, tidak pernah terlintas di benak kami sebelumnya. Tidak ada dari kami yang berekspetasi tinggi. Mengingat beberapa minggu bahkan bulan sebelumnya, kami masih sibuk membolak-balik lembaran buku yang berjudul Maestro dan How To Get Success In Your Future Carreer. Kami masih sibuk meneliti tiap kata, kalimat, paragraf, bahkan halamannya. Bergadang seakan sudah menjadi rutinitas kami. Pertemuan daring untuk evaluasi dengan guru pembimbing kami, Bu Hidjrahwati, juga kami lakukan. Sebulan kami hanya diam menunggu pengumuman, tidak mengharap apapun atau bahkan terlintas dipikiran akan memborong kejuaraan

Pengumuman pertama muncul, tertulis tiga nama dengan keterangan SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN, sungguh tidak terduga. Setelah pertemuan daring dengan bu Hidjrahwati untuk persiapan presentasi resensi, kami pun berangkat ke Samarinda. Dengan bekal 15 menit durasi presentasi, kami tak menyangka harus merombaknya dalam satu hari karena perbedaan info yang kami dapatkan sebelumnya. 

Hari perlombaan pun tiba, berbagai rasa tercampur menjadi satu. Tak terhitung berapa banyak debaran dada dalam semenit. Tanpa sadar, hari sudah usai. Kami tinggal menunggu hasil yang akan dibacakan esok hari.

Tibalah hari penganugerahan penghargaan. Keringat dingin mengalir menanti pengumuman sembari mengikuti rangkaian kegiatan. Detik demi detik berlalu dengan sangat lama. Sampai pada akhirnya pemenang dibacakan. Satu per satu nama kami disebut. Nama SMA Negeri 1 Balikpapan dengan bangga disuarakan. Rasa lega, haru, dan bangga melebur menjadi satu. Ini masih tidak terasa nyata sampai sekarang.

Proses tidak akan menghianati hasil. Perjuangan demi perjuangan telah dilalui. Kami bangga bisa mempersembahkan pencapaian kami menjadi juara untuk sekolah tercinta, SMA Negeri 1 Balikpapan. BERSATU, CERDAS, OPTIMIS. (CT, DR, AS)