Selamat kepada Dayang Suriani, M.Pd ( Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Balikpapan) yang telah berhasil mendapatkan penghargaan Films For Peace, Learned in  lockdown Film Festival Winner in September Competition.

 

Berikut ini adalah catatan lengkap kisah Dayang Suriani M.Pd. dari awal hingga akhir perjalanan hingga mencapai puncak kesuksesan.

Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.

Pada awalnya saya masih belum percaya kalau saya diretapkan sebagai juara, karena menurut saya film saya biasa2 aja. Dari segi layout, editing dsb. Namun, Allah SWT sudah memberikan saya kesempatan untuk menginspirasi masyarakat dunia dengan kesederhanaan alur cerita dan akronim kata PEACE yang saya buat sesuai tema film pembelajaran era lockdown tersebut.Awal mulanya adalah salah satu global teacher asal Irlandia memberikan informasi tentang lomba dan film award bagi guru dunia yang ingin berpartisipasi dalam membuat film pendek pembelajaran di era pandemi global covid-19 yang isinya harus memuat inspirasi, motivasi, disertai gambar atau video yang merepresentasikan pesan perdamaian dalam pembelajaran di era lockdown.

Karena tema film pendek ini adalah PEACE maka semua ide dan kreativitas harus fokus ke tema jangan sampai keluar dari tema tersebut.Hal itulah yang menjadi awal mula inspirasi dan ide yang harus ada dalam setiap kata dan kalimat yang saya narasikan dalam film pembelajaran ini.  Lomba dibuka pada tanggal 10 September 2020 pasa saat UN Day of PEACE pada tanggal 21 September 2020, dan kita diberi waktu untuk mengumpulkan film dokumenter pendek berdurasi 3 menit dalam waktu 3 hari. Pada awalnya saya agak pesimis, bisa nggak kumpul film pendek berdurasi 3 menit? Sementara saya harus buat script, shooting, dan banyak lagi hal teknis yang harus saya lakukan. Namun, dukungan suami saya, ZAINI WIDODO dan ke-2 anak saya AMIRA SYAFANA dan MUHAMMAD HISYAM AL-AUSHAF membuat saya yakin bahwa saya harus mengatakan BISA.

Pencarian ide kreatif saya lakukan di malam hari, pada tanggal 11 September 2020. saya terus buka video dan foto pembelajaran yang sudah saya lakukan, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat. Sampai akhirnya, saya menemukan jawaban dari foto-foto pembelajaran yang saya simpan rapi melalui ONE DRIVE saya. Tema "PEACE" menjadi daya tarik tersendiri buat saya, untuk diselaraskan dengan foto-foto pembelajaran yang saya miliki. Sampai akhirnya tercetus sebuah ide untuk membuat akronim kata PEACE sesuai dengan aksi nyata pendidikan dan pembelajaran yang sudah saya lakukan selama  ini. THE MESSAGE OF PEACE . P: Peaceful is what everybody needs. E: Empathy is there for those who are sincere.  A: Action is more than just a talk. C: Changes are always challenges. E: Education will change everything to be better.

Akronim PEACE tersebut saya hubungkan dengan foto-foto kegiatan saya selama perjalanan mengajar saya baik di rumah, di sekolah, dan di masyarakat, prestasi sebagai TOP 50 FINALIST OF GLOBAL TEACHER PRIZE 2017, UK DAN QUDWA FELLOW (WORLD ROLE MODEL, EMIRATES PALACE, ABU DHABI, 2017) dan peran saya sebagai Tim Manajemen dan Fasilitasi KEMENDIKBUD, JAKARTA, serta Duta Pendidikan Dunia (GLOBAL TEACHER PRIZE AMBASSASOR) sampai saat ini.

Kaget, bersyukur, senang, dan bahagia. Kaget karena film saya sangat sederhana dan biasa. Menurut saya, film dari negara lain jauh lebih keren dan bagus baik secara teknis dan non teknis. Juri yang salah satunya adalah PETER FARIS mengatakan bahwa pesan dari film saya lebih menyentuh, kreatif dan menginspirasi pendidik di dunia. Berikut komentar PETER FARIS akan film saya.

Bersyukur, karena Allah SWT selalu memberikan hadiah terindah pada semua orang yang ikhlas dan berdedikasi sesuai bidangnya. Dalam mengajar dan bekerja, saya selalu merujuk pada Al -Qur'an surah At- Taubah:105, "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Senang dan bahagia, karena ini  bisa menjadi motivasi dan inspirasi buat ke-2 anak saya AMIRA dan HISYAM dan peserta didik saya bahwa hidup adalah bordoa, belajar, berjuang, dan berkorban. Saya hanya mencoba memberikan contoh dan aksi nyata atas perjalanan kehidupan seorang guru. Mudah-mudahan, teladan ini akan menjadi rekam jejak yang akan selalu diingat oleh anak-anak saya, peserta didik, guru dan para pemerhati pendidikan di seluruh dunia. Aamiin! Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mba ULIL (maaf kalau saya salah dalam menyebutkan nama) yang sudah menjadi saksi literasi akan perjalanan panjang saya sebagai seorang pendidik. Semoga Allah SWT memberikan kita nikmat kesehatan, nikmat ilmu, iman, amal dan usia yang berkah. Aamiin Yaa Mujibas Saailin.

 

Komentar Peter Ferris (juri) atas Film tersebut:

Hi Dayang

I hope you are well.

I am so proud to tell you that you won the Teachers Prize for Short Film for Peace at The Ring of Peace Learned in Lockdown Awards on our Annual Ring of Peace Day event.

Your film was wonderful...

Thank you so much for entering

https://vimeo.com/462707555/9a3ac758e0

Here is a link to the video of the announcement of the Awards which can also be viewed on www.theringofpeace.org

Both on the Learned in Lockdown Awards videos and The Ring of Peace 2020 videos.

Once again thank you for your incredible film

Thank you

Peter